Tampilkan postingan dengan label Sirah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sirah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2012

Drama Hijrah


Hijrah Pertama menuju negeri Habasyah
Penindasan yang terjadi, pada permulaannya - yakni pada pertengahan atau akhir tahun ke-4 dari kenabian - adalah tidak seberapa, namun kemudian dari hari demi hari bahkan bulan demi bulan berubah menjadi lebih sadis dan mengkhawatirkan, terutama pada pertengahan tahun ke-5 sehingga tiada tempat lagi bagi mereka di Mekkah dan memaksa mereka untuk memikirkan siasat lolos dari siksaan-siksaan tersebut. Dalam kondisi yang seperti inilah, turun surat az-Zumar yang mengisyaratkan perlunya berhijrah dan mengumumkan bahwa bumi Allah tidaklah sempit, dalam firmanNya: "…orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". (Q.S.39/az-Zumar: 10). Rasulullah telah mengetahui bahwa Ash-himah an-Najasyi, raja Habasyah adalah seorang yang adil, tidak seorangpun yang berada disisinya terzhalimi; oleh karena itu, beliau memerintahkan kaum Muslimin agar berhijrah ke sana guna menyelamatkan agama mereka dari fitnah.
Rombongan pertama yang membawa para shahabat bergerak pada bulan Rajab tahun ke-5 dari kenabian. Rombongan ini terdiri dari 12 orang laki-laki dan 4 orang wanita, dikepalai oleh 'Utsman bin 'Affan yang ditemani oleh Ruqayyah binti Rasulillah Shallallâhu 'alaihi wasallam. Rasulullah menyifati keduanya sebagai "keluarga pertama yang berhijrah di jalan Allah setelah Nabi Ibrahim dan Luth 'alaihimassalaam".
Kepergian mereka dilakukan dengan mengendap-endap pada malam yang gelap-gulita –agar tidak diketahui oleh kaum Quraisy- menuju laut kemudian mengarah ke pelabuhan rakyat. Ternyata, takdir mereka sejalan dan seiring dengan itu dimana ketika itu ada dua buah kapal dagang yang akan berlayar menuju Habasyah dan merekapun ikut serta bersamanya. Kaum Quraisy akhirnya mengetahui hal itu, lalu menelusuri jejak perjalanan kaum muslimin akan tetapi tatkala mereka baru sampai di tepi pantai, kaum muslimin telah bergerak dengan aman. Akhirnya, kaum muslimin menetap di Habasyah dan mendapatkan sebaik-baik pelayanan.
Kisah sujudnya kaum Musyrikin dan kembalinya kaum muslimin yang berhijrah
Pada bulan Ramadhan di tahun yang sama, Rasulullah pergi ke mesjid al-Haram. Ketika itu, sekumpulan besar kaum Quraisy tengah berada disana; terdapat para pemuka dan tokoh-tokoh mereka. Beliau Shallallâhu 'alaihi wasallam kemudian berdiri di tengah mereka sembari melantunkan surat an-Najm tanpa sepengetahuan mereka alias secara tiba-tiba. Orang-orang kafir tersebut sebelumnya, tidak pernah mendengarkan secara langsung Kalamullah, karena program yang mereka lancarkan secara kontinyu adalah melakukan apa yang telah saling diingatkan oleh sebagian mereka terhadap sebagian yang lain yang bunyinya sebagaimana dalam firmanNya: "…janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur'an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya supaya kamu dapat mengalahkan (mereka)". (Q.S.41/Fushshilat: 26). Maka, manakala lantunan surat tersebut menyergap mereka secara tiba-tiba dan Kalam Ilahi yang demikian indah menawan – yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata akan keagungan dan keindah-menawanannya- mengetuk telinga mereka; mereka seakan mengesampingkan semua apa yang tengah dilakukan dan masing-masing terkonsentrasi untuk mendengarkannya sehingga tidak ada yang terlintas di hatinya selain lantunan itu. Lalu sampailah beliau pada akhir surat ini; ketukan yang membawa hati seakan terbang melayang, beliau membaca firmanNya :"…maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah Dia". (Q.S.53/an-Najm: 62), kemudian beliau sujud. Melihat pemandangan itu, tak seorangpun dari mereka yang dapat menahan dirinya untuk tidak sujud, sehingga merekapun sujud bersama beliau. Sebenarnya, keindah-menawanan al-Haq telah meluluhlantakkan kebatuan yang meliputi jiwa-jiwa kaum yang takabbur dan suka mengejek; mereka semua tak sanggup menahannya bahkan jatuh bersujud kepada Allah.
Mereka linglung dan tak tahu harus berbuat apa, manakala keagungan Kalamullah telah mempelintir kendali yang selama ini mereka pegang sehingga membuat mereka melakukan sesuatu yang selama ini justru dengan susah payah berusaha mereka hapus dan lenyapkan. Kejadian tersebut mendapatkan kecaman dari teman-teman mereka yang tidak sempat hadir ketika itu. Dengan begitu, mereka merasa inilah pula momen bagi mereka untuk mendustakan Rasulullah dan mencemarkan nama baik beliau dengan membalikkan fakta yang sebenarnya; yaitu, bahwa yang terjadi sebenarnya, justru beliau-lah yang berbuat demikian terhadap berhala mereka. Mereka mengatakan bahwa kisah itu hanyalah " itulah al-Gharaniiq yang Mulia, yang syafa'atnya selalu diminta ". Isu bohong ini mereka gembar-gemborkan agar dapat menjadi alasan sujud mereka bersama Nabi Shallallâhu 'alaihi wasallam ketika itu. Tentunya, respons semacam ini tidak begitu mengherankan sekali sebab sumbernya adalah dari orang yang selama ini pekerjaannya suka mengarang-ngarang dusta serta menghembuskan isu. 
Berita tersebut (tentang sujudnya kaum Quraisy-red) sampai ke telinga kaum muslimin yang berhijrah di Habasyah akan tetapi versi beritanya sangat kontras dengan realitas yang sebenarnya; yang sampai kepada mereka bahwa kaum Quraisy telah masuk Islam. Oleh karena itu, merekapun kembali ke Mekkah pada bulan Syawwal di tahun yang sama, namun ketika mereka berada di tempat yang tidak berapa jauh dari Mekkah, yaitu sesaat di waktu siang lalu mereka akhirnya mengetahui duduk persoalannya; sebagian mereka ada yang kembali lagi ke Habasyah sedangkan sebagian yang lain ada yang memasuki Mekkah secara diam-diam atau berlindung di bawah suaka seseorang dari suku Quraisy.

Hijrah Kedua ke negeri Habasyah
Setelah peristiwa tersebut, kaum Quraisy meningkatkan frekuensi penindasan dan penyiksaan terhadap mereka dan kaum muslimin secara umum, tak luput suku mereka sendiri memperlakukan hal yang hampir sama. Meskipun demikian, kaum Quraisy merasa gerah dengan berita yang mereka dapatkan bahwa an-Najasyi adalah seorang raja yang memperlakukan tamunya dengan baik. Disamping itu, Rasulullah juga telah memberikan isyarat bolehnya para shahabat berhijrah kembali ke negeri Habasyah. Perjalanan hijrah kali ini dirasakan amat sulit dari perjalanan sebelumnya mengingat kaum Quraisy sudah mengantisipasinya dan bertekad untuk menggagalkannya. Akan tetapi, Allah memudahkan perjalanan kaum muslimin sehingga mereka bergerak lebih cepat dan menuju kepada suaka an-Najasyi, raja Habasyah sebelum kaum Quraisy menciumnya.
Hijrah kali ini membawa rombongan yang terdiri dari 83 orang laki-laki - dalam hal ini, riwayat yang menyatakan keikutsertaan 'Ammar bin Yasir dalam rombongan ini masih diragukan kevalidannya - dan 18 atau 19 orang wanita.
Trik kaum Quraisy untuk memperdaya kaum muslimin yang berhijrah ke Habasyah
Kaum musyrikin tidak pernah merasa senang bila kaum muhajirin tersebut mendapatkan keamanan bagi diri dan dien mereka. Untuk itulah, mereka mengutus dua orang pilihan yang dikenal sebagai orang telah yang teruji lagi cerdik, yaitu 'Amru bin al-'Ash dan 'Abdulullah bin Abi Rabi'ah – sebelum keduanya masuk Islam -. Keduanya membawa titipan hadiah yang menggiurkan dari pemuka Quraisy untuk an-Najasyi dan para uskupnya. Kedua orang ini mempersembahkan hadiah kepada para uskup terlebih dahulu sambil membekali mereka beberapa alasan yang dengannya kaum muslimin dapat diusir dari negerinya. Setelah para uskup menyetujui untuk mengangkat permintaan keduanya tersebut kepada an-Najasyi agar mengusir kaum muslimin, keduanya langsung berhadapan dengan sang raja, menyerahkan beberapa buah hadiah kepadanya lalu berbicara dengannya. Keduanya berkata: "wahai tuan raja! Sesungguhnya beberapa orang yang masih bau kencur memasuki negeri anda sebagai orang asing; mereka meninggalkan agama kaum mereka namun tidak juga menganut agamamu bahkan mereka membawa agama baru yang tidak kami ketahui, demikian juga dengan tuan. Kami disini, adalah sebagai utusan kepadamu. Diantara orang yang mengutus kami tersebut ada yang merupakan pemuka kaum mereka dari nenek moyang, paman-paman serta suku mereka agar tuan mengembalikan para pendatang ini kepada mereka. Tentunya, mereka lebih banyak memantau tindak tanduk para pendatang tersebut dan polah mereka mencela dan mencaci-maki mereka".
Para uskup serta merta menimpali: "benar apa yang dikatakan oleh keduanya wahai tuan raja! Serahkanlah mereka kepada keduanya agar keduanya membawa mereka pulang ke kaum dan negeri mereka".
Akan tetapi an-Najasyi berpandangan bahwa masalah ini perlu ada kejelasan dan mendengarkan dari kedua belah pihak sekaligus. Lalu dia mengutus orang untuk menemui kaum muslimin dan mengundang mereka untuk hadir. Merekapun menghadirinya dan telah bersepakat akan mengatakan sejujur-jujurnya apa yang telah terjadi. An-Najasyi berkata kepada mereka:"apa gerangan agama yang bisa memisahkan kalian dari kaum kalian dan tidak membuat kalian masuk ke dalam agamaku atau agama-agama yang lain?".
Ja'far bin Abi Thalib sebagai juru bicara kaum muslimin bertutur:"wahai tuan raja! Kami dahulunya adalah ahli Jahiliyyah; menyembah berhala, memakan bangkai binatang, melakukan perbuatan keji, memutus tali rahim, suka mengusik tetangga. Kaum yang kuat diantara kami menindas kaum yang lemah. Demikianlah kondisi kami ketika itu, hingga Allah mengutus kepada kami seorang Rasul dari bangsa kami sendiri yang kami tahu persis nasab, kejujuran, amanat serta kesucian dirinya. Lalu dia mengajak kami kepada Allah guna mentauhidkan dan menyembahNya serta agar kami tidak lagi menyembah batu dan berhala yang dulu disembah oleh nenek moyang kami. Beliau memerintahkan kami agar berlaku jujur dalam bicara, melaksanakan amanat, menyambung tali rahim, berbuat baik kepada tetangga dan menghindari pertumpahan darah. Dia melarang kami melakukan perbuatan yang keji, berbicara ngibul, memakan harta anak yatim serta menuduh wanita yang suci melakukan zina tanpa bukti. Beliau memerintahkan kami agar menyembah Allah semata, tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun, memerintahkan kami agar melakukan shalat, membayar zakat, berpuasa, (….selanjutnya Ja'far menyebutkan hal-hal lainnya) … lalu kami membenarkan hal itu semua dan beriman kepadanya. Kami ikuti ajaran yang dibawanya dari Allah ; kami sembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, apa yang diharamkannya atas kami adalah haram menurut kami dan dan apa yang dihalalkannya adalah halal menurut kami. Lantaran itu, kaum kami malah memusuhi kami, menyiksa, merayu agar keluar dari agama yang memerintahkan kami beribadah kepada Allah, dan mengajak kami kembali menyembah berhala-berhala, menghalalkan kami melakukan perbuatan-perbuatan keji yang dahulu pernah kami lakukan. Nah, manakala mereka memaksa kami, menganiaya, mempersempit ruang gerak serta menghalangi agar kami tidak dapat melakukan ritual agama, kami akhirnya menempuh jalan melarikan diri menuju negeri tuan. Kami lebih memilih tuan daripada selain tuan dan lebih suka berada dibawah suaka tuan. Ini semua dengan harapan agar kami tidak terzhalimi disisimu, wahai tuan raja!".
An-Najasyi bertanya: "apakah ada sesuatu yang dibawanya dari Allah bersama kalian?". Ja'far menjawab: "ya! Ada". An-Najasyi bertanya lagi: "tolong bacakan kepadaku!". Lalu dia membacakan permulaan surat Maryam, firmanNya: "Kâf-hâ-yâ-'aîn-shâd". Manakala mendengar lantunan ayat tersebut, demi Allah! (ucapan ini sebenarnya berasal dari penutur kisah ini, yaitu Ummu Salamah yang menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri peristiwa ini-red) sang rajapun menangis hingga air matanya membasahi jenggotnya. Demikian pula dengan para uskupnya hingga air mata mereka membasahi mushhaf-mushhaf (lembaran-lembaran-red) yang berada di tangan mereka. Kemudian an-Najasyi berkata kepada mereka:"sesungguhnya ini dan apa yang dibawa oleh 'Isa adalah bersumber dari satu lentera". Lalu kepada kedua utusan Quraisy dia berkata:"pergilah kalian berdua, demi Allah, sekali-kali tidak akan aku serahkan mereka kepada kalian dan tidak akan hal itu terjadi". Keduanya pun keluar namun 'Amru bin al-'Ash sempat berkata kepada 'Abdullah bin Rabi'ah: "demi Allah! sungguh akan aku datangi lagi dia besok pagi untuk membicarakan perihal mereka dan akan aku habisi mereka (argumentasi kaum muslimin-red) sebagaimana aku menghabisi ladang mereka". 'Abdullah bin Rabi'ah berkata: "jangan kamu lakukan itu! Sesungguhnya mereka itu masih memiliki hubungan tali rahim dengan kita sekalipun mereka menentang kita". Akan tetapi 'Amru tetap ngotot dengan tekadnya.
Benar saja, keesokan harinya dia mendatangi an-Najasyi dan berkata kepadanya:"wahai tuan raja! Sesungguhnya mereka itu mengatakan suatu perkataan yang sangat serius terhadap 'Isa bin Maryam". An-Najasyi pun mengirim utusan kepada kaum muslimin untuk mempertanyakan perihal perkataan terhadap 'Isa al-Masih tersebut. Mereka sempat kaget menyikapi hal itu, namun akhirnya tetap bersepakat untuk berkata dengan sejujur-jujurnya apapun yang terjadi. Ketika mereka datang di hadapan sang raja dan dia bertanya kepada mereka tentang hal itu, Ja'far berkata kepadanya:"kami mengatakan tentangnya sebagaimana yang dibawa oleh Nabi kami Shallallâhu 'alaihi wasallam : 'dia adalah hamba Allah, Rasul-Nya, ruh-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, si perawan yang ahli ibadah".
An-Najasyi kemudian memungut sebatang ranting pohon dari tanah seraya berujar:"demi Allah! apa yang kamu ungkapkan itu tidak melangkahi 'Isa bin Maryam meski seukuran ranting ini". Mendengar itu, para uskup mendengus, dan dengusan itu angsung ditimpalinya:'demi Allah! sekalipun kalian mendengus".
Dia kemudian berkata kepada kaum muslimin:"pergilah! Kalian akan aman di negeriku. Siapa saja yang mencela kalian, maka dia akan celaka. Siapa saja yang mencela kalian, maka dia akan celaka. Siapa saja yang mencela kalian, maka dia akan celaka. Aku tidak akan menyakiti siapapun diantara kalian, meski aku memiliki gunung emas" (perkataan itu diungkapkan dalam bahasa Habasyah).
Kemudian an-Najasyi berkata kepada para pejabat istana: "Kembalikan hadiah-hadiah tersebut kepada keduanya, karena aku tidak memerlukannya. Demi Allah! Dia Ta'ala tidak pernah mengambil sogokan dariku tatkala kerajaan ini Dia kembalikan kepadaku, sehingga dengan itu, aku patut mengambilnya pula, dan Dia juga tidak membuat manusia patuh kepadaku sehingga aku harus patuh pula kepada mereka karena itu". 
Ummu Salamah yang meriwayatkan kisah ini berkata: "kemudian keduanya keluar dari hadapannya dengan raut muka yang kusam karena alasan yang dikemukakan mental sama sekali. Setelah itu, kami menetap disisinya dengan penuh kenyamanan bersama tetangga yang paling baik".
Riwayat ini adalah versi Ibnu Ishaq, sedangkan riwayat lainnya menyebutkan bahwa perutusan 'Amru bin al-'Ash kepada an-Najasyi terjadi setelah perang Badr. Sebagian ahli sejarah menyinkronkan kedua versi riwayat tersebut dengan menyatakan bahwa perutusan itu terjadi dua kali akan tetapi tanya jawab-tanya jawab yang disebutkan terjadi antara an-Najasyi dan Ja'far dalam perutusan yang kedua kalinya itu adalah hampir sama dengan apa yang diriwayatkan dalam versi Ibnu Ishaq. Selain itu, materi yang termuat dalam pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan terjadinya proses murâfa'at (pembelaan, pendengaran di muka hakim dalam istilah hukum-red) pertama yang diadukan kepada an-Najasyi.
Drama Hijrah
Haekal melukiskan kisah ini sebagai "kisah yang paling cemerlang dan indah yang pernah dikenal manusia dalam sejarah pengejaran yang penuh bahaya, demi kebenaran, keyakinan dan iman".
Yatsrib atau Madinah sudah pasti menjadi masa depan Muhammad dan pengikutnya. Puluhan muslimin telah menyelinap pergi ke sana. Kaum Qurais tak terlalu peduli. Perhatian mereka pada Muhammad yang masih di Mekah yang tak akan mereka biarkan lolos. Padahal Muhammad telah siap untuk pergi. Abu Bakar telah menyiapkan dua unta baginya dan bagi Muhammad. Unta itu dipelihara Abdullah bin Uraiqiz.
Sampai pada harinya, perintah Allah untuk hijrah pun turun. Muhammad memberi tahu Abu Bakar. Para pemuda Qurais juga semakin ketat memata-matai rumah Muhammad. Mereka sesekali mengintip ke dalam rumah, melihat Muhammad berbaring di tempat tidurnya. Namun Muhammad meminta Ali mengenakan mantel hijaunya dari Hadramaut serta tidur di dipannya. Kaum Qurais tenang. Mereka pikir Muhammad masih tidur. Ketika esok harinya mendobrak pintu rumah Rasul, mereka hanya mendapati Ali yang mengaku tak tahu menahu tentang keberadaan Muhammad.
Malam itu, Muhammad telah menyelinap dari jalan belakang. Bersama Abu Bakar, ia berjalan mengendap dalam gelap, menuju sebuah gua di bukit Tsur. Sebuah pilihan cerdik. Kaum Qurais tentu menduga Muhammad menuju Yatsrib di utara Mekah. Muhammad malah melangkah ke selatan. Kejadian ini juga memperlihatkan bahwa Muhammad tetap menggunakan nalar yang wajar sebagai manusia. Jika mau, ia dapat meminta perlindungan Allah berwujud kesaktian seperti yang dikejar-kejar banyak manusia sekarang. Tapi tidak, Muhammad menunjukkan bahwa Islam bukanlah agama untuk kepentingan semacam itu.
Muhammad dan Abu Bakar hanya menjalankan siasat biasa. Dalam persembunyiannya, mereka tetap memasang telinga melalui Abdullah, anak Abu Bakar, yang tetap tinggal di Mekah. Setiap malam, Abdullah menemui mereka di gua melaporkan perkembangan suasana serta mengirim makanan yang disiapkan Aisyah dan saudaranya, Asma. Setiap pagi, pembantu Abu Bakar -Amir bin Fuhaira-menggembala kambing menghapus jejak itu.
Tiga malam mereka bersembunyi di gua itu. Satu riwayat menyebut sejumlah pemuda Qurais telah mencapai bibir gua. Abu Bakar gemetar meringkuk di sisi Muhammad. Saat itu, Muhammad berbisik. "La tahzan, innallaaha ma'ana (Jangan sedih, Allah bersama kita) ". Rasul juga menghibur dengan kata-kata, "Abu Bakar, kalau kau menduga kita hanya berdua, Allah-lah yang ketiga." Orang-orang Qurais itu lalu pergi. Konon mereka melihat sarang laba-laba serta burung merpati mengerami telur di mulut gua. Tak mungkin Muhammad bersembunyi di situ.
Setelah aman, Abdullah bin Uraiqiz membawa keluar mereka. Tiga unta beriringan ke Barat, berbekal makanan yang diikat dengan sobekan sabuk Asma. Abu Bakar disebut membawa seluruh uang simpanannya sebesar 5 ribu dirham. Mereka berjalan berputar menuju arah Tihama, dekat Laut Merah, melalui jalur yang paling jarang dilalui manusia. Baru kemudian mereka berbelok ke utara, ke Yatsrib, menapaki terik gurun. Siang-malam mereka terus berjalan.
Kaum Qurais membuat sayembara dengan hadiah 100 unta bagi yang dapat menangkap Muhammad. Suraqa bin Malik tergiur iming-iming itu. Ketika mendengar info ada tiga orang berunta beriringan, ia mengelabui kawan-kawannya. "O.. itu adalah si anu," begitu kira-kira ucapan Suraqa. Namun ia kemudian memacu kudanya sendirian mengejar Muhammad. Sedemikian menggebu Suraqa, sehingga kudanya tersungkur. Sekali lagi, ia tersungkur setelah dekat dengan Muhammad. Suraqa lalu menyerah karena menganggap dirinya tengah sial.
Dua pekan kemudian, Muhammad tiba di Quba -desa perkebunan kurma di luar kota Yatsrib. Ia tinggal di sana selama empat hari dan membangun masjid sederhana. Di sana pula Muhammad bertemu kembali dengan Ali yang berjalan kaki ke Yatsrib. Mereka kemudian berjalan bersama menuju kota, dan disambut sangat meriah oleh warga Yatsrib dengan bacaan salawat. Orang-orang Arab -baik yang Islam maupun penyembah berhala-serta orang-orang Yahudi tumpah ruah untuk melihat sosok Muhammad yang banyak diperbincangkan.
Orang-orang berebut menawarkan rumahnya sebagai tempat tinggal Rasul. Tapi Muhammad menyebut bahwa ia akan tinggal di mana untanya berhenti sendiri. Sampai ke sebuah tempat penjemuran korma, unta itu berlutut. Muhammad menanyatakn tempat itu milik siapa. Ma'adh bin Afra menjawab, rumah itu milik Sahal dan Suhail -dua orang yatim dari Banu Najjar.
Setelah dibeli, rumah itu pun dibangun menjadi masjid. Hanya sebagian dari ruangan masjid itu yang beratap. Di sanalah orang-orang miskin --dari berbagai tempat yang datang menemui Muhammad untuk memeluk Islam-- kemudian ditampung. Muhammad membangun rumah kecil bagi keluarganya di sisi masjid itu. Semasa pembangunan rumah itu, Rasul tinggal di rumah keluarga Abu Ayyub Khalid bin Zaid. Sekarang masjid yang dibangun Rasulullah itu menjadi masjid Nabawi yang teduh di Madinah. Sedangkan rumah tinggalnya menjadi tempat makam Rasul yang kini berada di dalam masjid Nabawi.
Pada usia 53 tahun -setelah 13 tahun masa kerasulannya serta membangun pondasi keislaman-Muhammad membuat langkah besar itu: hijrah. Langkah berbahaya namun mengantarkannya menjadi pemimpin utuh. Pemimpin keagamaan, kemasyarakatan juga politik. Peristiwa pada tahun 623 Masehi itu sekaligus mengajarkan keharusan umat Islam untuk berani menempuh langkah besar untuk mencari lingkungan atau lahan baru yang memungkinkan benih kebenaran dan kebajikan tumbuh lebih subur.

Islam DI Asia Timur (Cina Dan Jepang)


BAB I
PENDAHULUAN

A. latar  belakang
Seiring denagn perkembangan zaman , agama islam juga mangalami perkembangan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa agama islam pada mulanya hanya berada di daerah arab saja. Namun lama kelamaan, agama islam pun semakin  meluas dan menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk ke asia timur. Khususnya cina dan jepang. Islam juga mengalami perkembangan yang cukup pesat di sana. Dimana sebelum masuk ke Negara tersebut, sebagian besar penduduknya menagnut agama Shinto dan budha. Namun sesuai dengan perkembangannya, sebagian penduduk dari kedua Negara tersebut menganut agama islam. Walaupun hanya bersifat minoritas saja. Untuk mengetahui tentang perkembangan agama islam di cina dan jepang, maka kami penulis akan mengupasnya dalam makalah ini.

B. Tujuan penulisan
  1. Untuk memenuhi tugas sejarah peradaban islam
  2. Untuk mengetahui tentang perkembangan islam du cina dan jepang
  3. Untuk mengetahui seberapa besar jumlah penganut agama islam di cina dan jepang
 
BAB II
PERKAMBANGAN ISLAM KONTEMPORER
DI ASIA TIMUR (CINA DAN JEPANG)

A. Cina
1. Sejarah kedatangan islam di Cina
Islam hadir di Cina sudah sangat lama sekali, tidak berapa lama terpautnya dari masa Nabi Muhammad. Hal ini dibuktikan dengan adanya deegasi pertama yang datang ke cina pada tahun 29 H. Syiar agama Islam banyak disebarkan oleh para pedagang muslim Saad bin Abi Waqas, merupakan sahabat paman nabi Muhammad SAW dari Madinah merupakan peretas awalmasuknya agama Islam ke negeri ini semasa Dinasti Tang, tahun 616 m. Ia diberi mandate oleh Khalifah ke – 3, Utman bin Affan untuk mengajak kaisar Cina Yung Wei masuk Islam. Untuk menunjukkan penghormatannya, kaisar mendirikan sebuah Mesjid pertama di Cina, yakni Mesjid Canton.Ia hijrah ke kota pelabuhan, Guangzhou dalam sebuah misi perdagangan bersama tiga orang sahabatnya dari Abyssinia atau yang sekarang dikenal dengan Etiopia.
Mereka tak sulit beradaptasi dengan lingkungan budaya Cina. Meskipun tidak mendominasi, nilai peradaban Islam memperoleh tempat yag dihargai. Ajaran islam justru diterima Dinasti Tang karena sesuai dengan ajaran Confusius. Orang cina menyebut agama islam sebagai yisilan jiao atau agama murni. Kota Mekah disebut sebagai tempat kelahiran Budha Ma-hia-wu atau Rasulullah Muhammad SAW. Pada masa Dinasti Tang, hubungan Islam dengan Cina berkembang pesat, sehingga munculnya perkampungan muslim pertama di Cina, yang bernama Cheng Aan. Setelah itu, ribuan muslim dari Arab, Persia, dan Asia Tengah datang menyerbu Cina yang pada waktu itu sedang berada di puncak peradaban.
Pada tahun 133 H, terjadi pertempuran yang menentukan sejarah Islam di Asia Tengah. Cina mengalami kekalahan yang menyedihkan dalam pertempuran tersebut. Denga kekalahannya tersebut, kondisi Cina secara fisik menjadiporak poranda. Disisi lain, kekalahan Cina ini secara tidak langsung membuka pintu gerbang bagi masuknya agama islam ke Cina. Dengan kemenangan ini membuka jalan lebar  bagi ulama islam untukmmengembangkan agama Islam di Cina. Pada tahun 138 H, Jenderal Lieu Chen melakukan pemberontakan, kaisar memohon bantuan kepada Khalifah Al-Mansyur dari Dinasti Abbasiyah untuk menumpas pemberontakan tersebut. Al-Mansyur mengirim 4 ribu pasukan ke Cina Itulah mulanya tentara Turki hadir di Cina. Mereka menikahi perenpuan Cina. Dan hal inilah yang merupakan salah satu cara Islam masuk ke Cina, selain cara lain, yaitu melalui perdagangan. Adapun jalur perdagangannya dikenal denga Jalur Sutera. Kemudian agama Islam berkenbang di Cina.
2. Perkembangan agama Islam di Cina
Di Cina terdapat lebih dari 140 juta penduduk dari 10 suku bangsa yang beagama islam. Termasuk etnis Huizu, Uygur, Kirgiz, Tajik, Uzbek, Tatar dan lain sebagainya. Penduduk islam tinggal merata di seluruh Cina. Termasuk provinsi Gansu, Qinghai, wilayah otonomi Xinjiang, dan wilayah otonomi Ningxia. Agama islam sudah tidak asing lagi bagi Negara ini. Ia telah menjadi salah satu agama yang penting bagi di Cina.
Zaman Dinasti Yuan merupakan zaman yang penting bagi perkembangan agama islam di Cina. Agama islam berkembang pesat dan menjadi makmur pada zaman ini. Pada zaman ini, islam memiliki kedudukan yang penting dalam arena ekonomi dan masyarakat. Pemerintah telah menjamin kebebasanuntuk melaksanakan shalat, upacara ritual, serta budaya social. Sebagai perbandingan terhadap minoritas lainnya, mereka juga diberi kebebasan untuk men jalin hubungan denga masyarakat muslim di dunia. Perintah juga menyediakan biaya untuk memperbaiki mesjid, dan memberi dasar keutamaan bagi umat islam.
Sekarang umat islam dan bukan islam adalah sama rata. Penduduk bekerja sama dalam melakukan kegiatan dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka bersatu padu dalam memberikan sumbangan bagi pembangunan Negara. Bahkan hingga saat ini jumlah penduduk muslim di Cina mencapai 200 juta jiwa. Umat muslim di Cina juga menghormati kepercayaan Cina, sepreti Yung Dan Yang.
Islam di Cina kental dengan kebudayaan. Kondisinya mirip dengan Indonesia. Rumah hunian masyarakat Cina mengambil budaya setempat. Arsitektur mesji, yaitu kubahnya dibuat model Cina.
Para ulama di Cina telah mampu menterjemahkan Al-Quran, bahkan sampai penterjemahan teks agama yang lain juga telah dilakukan. Seperti Hadits Arba’in An Nawawy juga mampu dilakukan. Orang-orang yang yelah berjasa melakukannya antara lain, Syikh Wang Jing Chai dan Yang Shi Chian.
Masyarakat Cina hidup berkelompok. Hal ini memudahkan mereka dalam mencari makanan yang halal. Karena hanya di perkampungan muslimlah kita bisa menemukan makanan yang halal.tampilan restoran muslim di cina mirip dengan restoran mandarin.kita harus memperhatikan tulisan Cina, Qingzhen Cai, yamg artnya nmasakan halal atau Qingzhen Restaurant, yang menyedikan masakan halal, tertera di setiap restoran Cina.
B. Jepang
1. Sejarah kedatangan dan berkembangnya islam di jepang
Islam mula-mula masuk ke jepang  pada zaman Reistorasi Meiji pada tahun 1867, yang ditandai dari literature mengenai islam yang dikenal dari Eropa. Pada tahun 1890 terjadi peistiwa penting yang mempertemukan jepang dan islam . peristiwa ini dikenal dengan “Kapal Entragul”. Sebuah kapal turki singgah di jepang dalam urusan diplomatic. Akan tetapi salam perjalanan pulangnya kapal tersebut karam. Dari 600 penumpang hanya 69 orang yang selamat. Pemerintah bersama – sama rakyat berusaha menolong penumpang yang selamat. Dan mengadakan upacara penghormatan bagi arwah penumpang yang meninggal. Kemudian yang selamat kembali ke turki. Pada tahun 1891, dikirimlah utusan dari turki ke jepang dan terjalinlah hubungan yang baik antara turki dan jepang. Hal ini sangat menguntungkan bagi jepang dalam melawan rusia. Pada saat armada kapal rusia melintasi laut Baltik, Turki memberitahukannya kepada jepang. Sehinnga jepang memperoleh kemenangan dalam melawan rusia. Setelah peristiwa itu, pada tahun 1900-an untuk pertama kalinya orang muslim jepang pergi haji ke Mekah. Sejak saat itu islam dikenal lebih luas di jepang. Orang jepang yang pertama kali masuk islam adalah Torajiro Yamada. Kemudian disusul oleh Mitsutaro Takaoka pada tahun 1909,yang kemudian mengganti namanya menjadi Omar Yamaoka setelah pulang dari ibadah haji. Kemudian Bunpachiro Ariga tahun 1946, yang kemudian berganti nama menjadi Achmad Ariga, seorang pedagangyang mendapat pengaruh islam dalam perjlanan ke India. Kemudian ada lagi nama Hilal Torajiro 1957. Yarullah Tanaka Ippei 1934, dan lain-lain.
Islam di jepang berkembang pesat saat berkecamuknya Perang Dunia II. Kemudian satu lagi pada saat terjadi krisis minyak dunia,. Islam mencapai puncak kejayaannya di jepang pada tahun 1973. namun perkembangan islam di jepang tidak sama halnya dengan pekembangan island pada masa dinasti abbasiyah yang berada di timur tengah. Islam di jepang hanyalah islam yang bersifat minoritas semata, jauh berbeda dengan islam di timur tengah. Kalau pada masa dinasti abbasuyah,agama islam berkuasa secara penuh dikarenakan semua penduduk menganut agama islam, lain halnya denga islam yang ada di jepang yang hanya sebagian kecil penduduknya yang menganut agama iskam.
Setelah usainya krisis minyak dunia islam pun kembali mulai dilupakan oleh masyarakat jepang. Setelah itu agama islam seolah-olah sulit berkemang di Negara ini. Hal ini disebabkan oleh ketaatan masyarakat jepang pada  agama Shinto dan Budha.
2. Perkembangan agama islam di jepang pada saat ini.
Pada saat ini islam sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat di jepang. Berdasarkan perkiraan Islamic Centre, jumlah penganut agama islam di jepang suadah mencapai 70.000 smpai debgan 200.000 orang. Penganut islam terbanyak adalah bersal dari luar jepang. Menurut Michael penn, dari total keseluruhan penganut islam di jepang hanya sekitar 10 % yang merupakn berasal dari penduduk asli jepang. Sedanmgkan 90 % merupakan penduduk pendatang dai luar jepang. Sebagian besar pemeluk agama islam di jepang adalah para pelajar dan para imigran dari Negara- Negara asia tenggara dan timur tengah.merkatersebar di banyak tempat, seperti di Tokyo, Nagoya, Osaka, Kobe dan tempat-tempat lainnya.salah satu sebab agama islam bisa berkembang di jepang adalah karena bagusnya iklim toleransi
yang ada di masyarakat jepang. Dan adanya jaminan kebebasan beargama oleh pemerintah jepang. Toleransi penduduk asli terhadap agama baru sangat tinggi. Misalnya saja : pada jamuan makan / minum selalu ditanyakan apakah ada yang berpantang terhadap daging atau minuman yang mengandung alkohol.
Di jepang terdapat ratusan mesjid. Jumlah mesjid terbanyak berada di daerah Tokyo. Mesjid tertua adalah Mesjid Kobe. Mesjid terbaru sekarang dadlah mesjid gitu yang terletak di daerah Provinsi Aichi. Dakwah-dakwah dilakukan secara terorganisir dan rapi dan juga dilakukan secara individual kepada kelurga. Dakwah-dakwah dilakukan secara rutin terhadap komunitas-komunitas muslim di sini. Di Negara ini terdapat beberapa organisasi islam, dintaranya Japan Muslim Asociatin dan Japan Islamic Congres. Negara ini pernah menyelenggarakan seminar internasional yang diselenggarakan oleh JIC (Japan Isl;Amic Congres). Dengan adanya organisasi ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan agama islam di jepang. Organisasi ini menyediakan markas kegiatan social pendidikan dan social keagamaan. Organisasi keagamaan juga menyelenggarakan acara bersama dan juga diskusi untuk menambah pengetahuan keislaman. Selain itu acara ini juga efektif dalam membina persaudaraan sesama muslim. Dengan adanya organisasi keagamaan ini merupakan salah satu upaya yang mampu men dorong  pengembangan agama islam serta mengenalkan agama islam secara lebih luas pada masyarakat Jepang dan cosmopolitan.

Perkembangan Islam Kontemporer


PERKEMBANGAN ISLAM KONTEMPORER

A.      ISLAM DI BENUA EROPA
Beasarkan kenyataan sejarah, islam memasuki  benua  Eropa melalui empat periode yaitu :
1.      Periode kekhalifahan  Islam di Spanyol  ( Andalusia ) selama lebih kurang  ± 8 abad dan pemerintahan umat Islam di beberapa pulau, diantaranya: Prancis selatan, Sicilia, dan  Italia selatan. Kekhalifahan Islam di Spanyol berakhir pada Spanyol 1492, setalah penguasa Kristen memaksa khalifah terakhir jadi  dari dinasti Bani Umayyah II, Abu Abdillah untuk menyerah . setelah itu umat Islam Spanyol dihadapkan pada tiga pilihan, yitu : masuk krtisten, keluar dari spanyol, atau di bunuh. Mereka banyak yang meninggalkan spanyol da pindah ke benua afrika, bahkan ad juga yang pindah ke benua amerika. Demikian juga pada abad XI, bangsa norman yang berada di sicilia dan italia selatan telah menaklukan pemerintahan islam di mediterania , wilayah-wilayah perancis selatan, sicilia, dan italia selatan.
2.      Adanya penyebaran tentara Mongol pada abad ke-13. Diantara penguasa mongol  yakni, dinasti khan beragama islam, kekuasannya berpusat di sungai  Volga sebelah utara laut kaspia  dan laut tengah, ia meniggalkan penduduk muslim di sekitar sungai  Volga hingga kaukasus dan krimea, yang terdiri dari orang-orang tartar. Kemudian mereka menyebar ke bebagai wilayah kekaisaraqn rusia, dan membangun koloni  di berbagai  tempat . mereka menjadi penduduk filandia dan wilayah polandia dan ukraina.
3.      Periode  ekspansi  kekhalifahan Turki Usmani sekitar abad ke-14 dan ke-15 ke wilayah Balkan dan Eropa Tengah. Akibad dari ekspansi itu sampai sekarang terdapat kaum muslim keturunan Turki di Yugoslafia, Rumania< Yunani, Bosnia Herzegovani, dan di Albania. Bahkan di Albania umat islam merupakan pendudk mayoritas.
4.      Periode kaum imigran muslim memasuki benua Eropa  setelah perang dunia ke-2 , terutama ke Negara-negara Indusri, seperti: Perancis, jerman, Inggris, Belanda, dan Belgia.

  1. Islam di Prancis
            Jumlah penduduk Islam di Prancis cukup banyak ±7%.Pada tahun 1992 terdapat sekitar 1.300 organisasi muslim yang bergerak diberbagai bidang,seperti bidang keagaman terutama dakwah seperti Jamaah At-Tabliq Wa ad Dakwah dan Foiet Pratique.Karena banyaknya organisasi muslim di Prancis maka di dirikan Federation Nationale des Musulmansde France(FNMF=federasi nasional muslim prancis),Union des organisasion islamiques de france(UDIF=Serikat organisasi islam prancis),danconceil relagieuxde islam en france(CORIF=Dewan keagamaam islam di prancis).
            CORIF diirikan pada 6 november 1989 di bawah departeman dalam negri.Beranggotakan15 orang pemuka muslin di prancis,tugasnya melakukan pengkajian mengenai masalah-masalah kaum muslim=n di prancis.
Selain organisasi islam di oprancis di tandai dengan:
·         Didirikannya mesjid-mesjid,pemukiman warga muslim,sekolah untuk warga muslim.
·         Makin banyaknya wanita pakai jilbab.
·         Mengadakan pameran-pameran buku islam.
·         Banyaknya tokoh menjual makanan-makanan halal.
            Tapi semesjak tragedy WTC islam di berbagai belahan dunia menggalami sedikit goncangan,termmasuk juga di prancis.Adanya kecurigaanterhadap kaum muslim seperti adanya larangan pemakaianjilbab pada jam pelajaran sekolah.
C.ISLAM DI INGGRIS
         Jumlah  umat islam di inggris dari tahun ke tahun terus bertambah,meskipun banyak cerita miring soal agama ini dikaitkan dengan teroris.Berdasrkan sensus penduduk 2001,islam merupakan agama terbesar ke-2yang dianut penduduk inggris.
         Pada tahun1996 di bentuk muslim council of Britain (MCB)atau asosisi muslim di inggris
Yang berperan sebagainorganisasi yang membawahi seluruh organisasi muslim di inggris.
Seperti ‘shariah caunsil’ berperan sebagai pengadilan agama untuk masalah pernikahan-perceraian dan warisan.

Beberapa bukti penting tentang keberadahan islam di inggris:
v  Sekolah islamkarimia dinottigamdan muslam collage dilondon yang didirikan olehyusup islam ,yang bernama asli cat steven
v  Perguruan tingi islam aga khandidirikan oleh siah islamiah di London dan markfield institude of Islamic studies di Leicester
v  Berdirinya berbagai mesjid di London, birmigham, britol ,Nottingham, leeds,mancester yng mengubah wajah geograpis kota-kota di inggris.

ISLAM DI AMERIKA
Islam masuk ke Amerika melalui beberapa cara atau periode:
1.      Bersamaan dengan ditemukan benua amerika olek cristopel colombus pada tahun 1942,melalui kaum muslim spanyol.
2.      Bersamaan dengan kedatangan para pekerjadari afrika pada abat 15 dan 16,hampir1/5 dari mereka beragama islm.
3.      Datangnya imigran muslim dari Negara timur-tenggah,afrika dan asia pada tahun 1875.

Perkembangan islam di amerika pada saat ini bias dikatakan seperti seperti sengsara membawa nikmat ,hal ini terjadi setelah peristiwa tragedy WTC 11 september 2001. Mula-mula masyarakat amerika sangat marah dan melampiaskan kemarahan pada warga muslim.ini terjadi karena pemberitaan media massa  yang cendrung negative.
 Tapi dengan peristiwa ini masyarakat amerika jadi tertarik menggenal islam lebih jauh. Berbagai informasi menggenai islam  di gali buku-buku, situs-situs yang ada hubungannya dengan islam laku keras.Dan banyaknya orang amerika yang jadi muallaf.

Perkembangan Islam Di Asia ( Indonesia ) Periode Modern


BAB I
PENDAHULUAN

           
A.latar belakang
            Perkembangan islam pada zaman modern ,merupakan orientasi dalam kehidupan,  pada zaman ini indonesia dan malaysia cenderung berorientasi pada perdagangan pelayaran internasional.
                                                                                                                                     
            Oleh sebab itulah asia mencakup malaysia dan indonesia berada pada periode modern yang di pusat kan oleh perekonomian.

            Maka dalam kesempatan ini kami menguraikan sedikit tentang perkembangan islam di abad modern tentang asia termasuk di dalam nya indonesia dan malaysia, kajian tentang ini kita tela’ah seksama dengan mendalam,tentang bagaimana proses tersebut.

B.tujuan         
   1. untuk memenuhi tugas mata kuliah tersebut
   2. agar kita mengetahui bagaimana islam masuk ke indonesia dan malaysia
   3. agar kita mengenal, bagaimana orentasinya
   4. menambah ilmu pengetahuan tentang sejarah peradaban islam
   5. mengetahui situasi dan kondisi

BAB II
PEMBAHASAN

PERKEMBANGAN ISLAM DI ASIA ( INDONESIA ) PERIODE MODERN

A .proses masuk dan berkembangnya islam di indonesia

Islam masuk ke indonesia akibat adanya perdagangan dan pelayaran. Pada saat itu, jalur perdagangan internasional timur tengah, india merupakan satu satunya jalur perdagangan asia yang sangat ramai, islam masuk ke indonesia ketika masyarakat sudah memeluk agama hindu- budha, bahkan saat hindhu buda dan kepercayaan asli bercampur saling mempengaruhi, namun yang jelas, islam datang setelah hindu budha masuk ke indonesia terlebih dahulu.

            Penyebaran pengaruh islam yang berasal dari jazirah arab ke asia dan lainnya, menimbulkan pusat agama islam yang berperan sebagai pusat pemerintahan.

            Pada abad ke 19, belanda dan inggris telah mengukuhkan imperium mereka di wilayah indonesia dan malaysia. Umat muslim di wilayah ini belum bagian kesatuan imperium, melainkan mereka terbagi dalam banyak etnik dan bahasa.

            Baru, pada akhir abad ke 19 belanda dan inggris mengantarkan pada transformasi besar besaran dalam kehidupan ekonomi. Sebagaimana di asia selatan, kenyataan bahwasanya bangsa asing telah menguasai negara tersebut.

            Beberapa kebijakan ekonomi, menimbulkan konsekwensi ekonomi. Perkembangan ekonomi baru mengantarkan pada komersialisasi perekonomian sumatra secara ekstensif. Sejumlah kota baru di didirikan untuk para pemukin baru. Didirikan sekolah belanda, di bentuk jaringn kerja, sejumlah surat kabar di terbitkan. Berbeda dengan masyarakat jawa, kapitalisme masuk kedalam lingkungan masyarakat tradisional, yaitu usaha perkebunan.

            Belanda sangat aktif dalam pendirian sekolah baru bagi bangsa indonesia, pendidikan belanda atas bangsa indonesia bermula sejak abad ke 19, ketika kalangan aristokrat indonesia belajar di rumah pemukiman belanda, setelah berabad abad kehadiaran belanda, semata mata meraup keuntungan dari india tanpa mempengaruhi struktur masyarakat, mereka mulai melancarkan transformasi indonesia modern.

            Hubungan dalam bidang sosial dan ekonomi di tandai dengan adanya interaksi sosial antara pedagang muslim yang banyak bermikim di indonesia. Adanya interaksi inilah yang akhirnya memberikan pengaruh masuknya nilai dan ajaran islam, sehingga makin banyak yang memeluk agama islam, hubungan pada bidang ini terjalin dengan pesat.

B. Peranan pedagang dan ulama dalam perkembangan islam modern

Masuknya pengaruh islam ke indonesia, tidak lepas dari peran pedagang dan ulama.ada beberapa peranan pedagang dan ulama yaitu:

1.Peranan Pedagang
                Para pedagang yang menjalin hubungan dagang dengan pedagang  indonesia tidak hanya pedagang cina,tetapi juga pedagang india,arab,persia.Disamping berdagang mereka menyebarkan agama islam di indonesia.
Penyebaran agama islam di indonesiayang dilakukan oleh para pedagang secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
  1. Mula-mulan para pedagang berdatangan ke pusat-pusat perdangan.
  2. Kemudian mulai ada yang bertempat tinggal.
  3. Lambat laun tempat tinggal mereka berkembang menjadi perkampungan muslim.


2 .Peranan Ulama
                 
Agama islam diperkenal kan kepada bangsa indonesia mempunyai bentuk yang menunjuk kan      persamaan dengan alam pikiran,salah satu cara agar pemahaman tentang islam mudah di terima oleh masyarakat adalah melalui gambaran.dalam hal ini pondok pesantren merupakan lembaga yang penting dalam penyebaran agama islam,para santri yang telah keluar  dari pesantren akan menjadi tokoh agama dan demikian seterus nya,sehingga agama islam semakin bertambah luas.

Pada, proses awal penyebaran agama islam di berbagai wilayah indonesia,sebenarnya tidak lepas dari perjuangan para ulama yang terkenal dari wali songo,sebagai forum musyawarah para wali yang sembilan,dakwah dan penyebaran islam di berbagai wilayah khusus nya di pulau jawa di lakukan secara damai dan di sesuai kan oleh masyrakat setempat.

Kerajaan Mongol Di India


BAB I

PENDAHULUAN
Sesungguhnya invansi pasukan mongol terhadap wilayah-wilayah Islam adalah tragedy besar yang tidak ada tandingannya sebelum ini dan sesudahnya. Kendati sebelumnya didahului dengan perang salib, sesungguhnya perang salib tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan invansi pasukan mongol. Betapapun banyaknya jumlah korban perang dari kaum muslimin pada keseluaruhan perang salib, sesungguhnya itu masih relative kecil jika dibandingkan dengan jumlah korban perang dari kalangan kaum muslimin pada satu perang diantara sekian banyaknya perang yang dilancarkan pasukan Mongol secara brutal dan sadis tersebut. Kaum muslimin mengalami kerugian yang tidak terhitung akibat kolonialisme modern, namun penghancuran oleh para penjajah di seluruh negeri tidak sebanding dengan penghancuran oleh pasukan Mongol terhadap satu kota saja Bagdad misalnya.
Barangkali manusia tidak pernah melihat pembantaian, pembunuhan dan penghancuran yang sadis dan kejam dalam sejarahnya, kecuali pembantaian di akhir perjalanan dunia nanti oleh Ya’juj dan Ma’juj. Dajjal saja tidak membunuh pengikutnya dan hanya, membunuh para penentangnya. Sedangkan mereka bangsa Mongol tersebut tidak menyisahkan seorang pun, semuanya dibabat habis. Tidak ada pengecualian antara laki-laki, wanita dan anak-anak. Mereka belah perut wanita- wanita hamil kemudian membunuh bayi-bayinya.
Invasi pasukan mongol berimbas pada perubahan social, moralitas dan politik terhadap negeri-negeri Islam. Sebagaimana invansi pasukan Mongol mengakibatkan dampak negative dalam masyarakat Islam, disamping itu juga mengakibatkan dampak positif bagi ummat Islam, yaitu membangun perasaan kaum muslimin terhadap pentingnya persatuan dan membuang jauh-jauh perpecahan.
Jikalau ditelusuri historisnya, umat Islam pada waktu itu tersebar dimana- mana dari jazirah Arab sampai Eropa dibawah naungan Negara-negara Islamiyah, yang sudah barang tentu system pemerintahannya sudah mulai mendekati ideal, disamping itu pula, peradapan dan ilmu pengetahuan mulai berkembang pesat, ini semunya menandakan bahwa pada waktu itu ilmuwan dan cendekiawan muslim mulai banyak seperti Ibnu Taimiyah. Akan tetapi ironis sekali bilamana Negara Islam tatkala itu dikikis habis oleh Negara Mongol, bagaikan debu yang ada di atas batu licin yang diterpa angin yang kencang. Atas dasar pertimbangan itulah, penulis akan mencoba menguak dan menelusuri sebab-musabab keberhasilan Mongol menguasai Negara Islam dan termasuk menghancurkan Bagdad. Sebagai sentral umat Islam pada waktu itu, disamping itu pula, penulis akan menggali sejarah sebab hancurnya Negara-negara Islam.
Pokok bahasan dalam makalah yang berjudul Serangan-Serangan Mongol
Jengis Khan dan Hulako Khan adalah sebagai berikut :

  • Latar Belakang Bangsa Mongol

  • Agamanya

  • Sejarah Perkembangannya

  • Serangan-serangan Jengis Khan dan Hulaho Khan

  • Dampak Positif dan Negatif atas Invasi Mongo





BAB II

PEMBAHASAN
PERADABAN ISLAM PADA KERAJAAN MONGOL DI INDIA
( Periode Pertengahan 1250-1800 )
  1. Latar Belakang Bangsa Mongol
Asal mula bangsa Mongol adalah dari masyarakat hutan yang mendiami Siberia dan Mongol Luar di sekitar danau Baikal dan pegunungan Altani tepatnya di bagian barat laut Cina. Sebenarnya mereka itu bukanlah suku nomad yang berpindah-pindah dari satu stepa ke stepa yang lain, walapun mereka menaklukkan banyak stepa dengan ketangkasannya menunggang kuda.
Pemimpin atau Khan bangsa Mongol yang pertama diketahui dalam sejarah adalah Yesugei (1175). Ia adalah ayah Chinggis (Chingis atau Jengis). Chinggis aslinya bernama Temijin, seorang pandai besi yang mencuat namanya karena perselisihan yang dimenangkannya melawan Ong Khan atau Togril, seorang kepala suku Kereyt. Chinggis sebenarnya adalah gelar bagi Temujin yang diberikan kepadanya oleh sidang kepala-kepala suku Mongol yang mengangkatnya sebagai pemimpin tertinggi bangsa itu pada tahun 1206, atau juga disebut Chingis Khan/Raya yang Agung, ketika ia berumur 44 tahun. Perlu diketahui juga, bahwasannya bangsa Mongol adalah bangsa yang pemberani dan tegar dalam berperang.
B. Agama Bangsa Mongol
Bangsa Mongol tidak memeluk salah satu agama samawi dari ketiga agama samawi. Padahal mereka hidup dan berinteraksi dengan pengikut agama Yahudi, Kristen dan Islam. Jengis Khan juga menyempurnakan moral masyarakatnya dengan undang-undang yang dibuatnya, yaitu Ilyasa atau Yasaq. Disamping itu juga, Jengis Khan juga mengatur kehidupan beragama dengan Shamanism, yaitu menyembah matahari dan bersujud kepadanya ketika terbit, dan diantara syariatnya adalah tidak mengharamkan apapun kepada pengikutnya untuk makan hewan apa saja yang mereka temui meskipun sudah menjadi bangkai. Adapun agama-agama samawi yang sampai di tengah-tengah mereka karena faktor invansi bangsa Mongol itu sendiri, Misalnya agama Islam pengaruh dari Persia dan daeah-daerah Golden Holde, agama Budha pengaruh dari Tibet dan Persia dan agama Kristen datang dari Eropa.
Sebelum ditinjau lebih jauh, bisa kita lihat mengapa dan apa yang menjadi tujuan dalam ajaran agama bangsa Mongol tersebut. Di dalam pembahasan dituliskan bahwa para pengikut atau pemeluk ajaran agamanya tidak begitu mendominasi ajaran yang terkandung didalamnya, akan tetapi mereka juga berusaha atau lebih menutamakan masalah moral. Dalam hal ini, mereka juga menyempurnakan moral masyarakatnya melalui undang-undang yang telah dibuatnya, seperti dibawah ini :
Ada 5 Diantara ajaran yang terdapat dalam kitab Ilyasa adalah :
1.    Barangsiapa yang melakukan hubungan diluar nikah, maka harus dibunuh, baik yang sudah pernah nikah atau belum.
2.    Barangsiapa yang melakukan hubungan seksual akan dibunuh.
3.    Barangsiapa yang berdusta dengan sengaja, maka dibunuh.
4.    Barangsiapa yang menyihir, maka akan dibunuh.
5.    Barangsiapa yang buang air kecil di air yang tidak bergerak, maka akan dibunuh.

Dan yang menjadi pertanyaan dalam hal ini adalah, mengapa ajaran-ajaran tersebut memilki sangsi yang kejam, seperti harus dibunuh bagi orang yang melanggarnya ? Dari setiap ajaran, tentunya memiliki sangsi-sangsi tersendiri. Dalam hal ini bisa kita lihat, mengapa begitu keras sangsi yang diberikan. Tentunya bisa kita tinjau dari segi apa tujuan yang terkandung didalamnya. Tujuannya tidak lain adalah untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan yang kondusif bagi masyarakatnya.
Selanjutnya, Abbasiyah di Bagdad menghindarkan diri dari serbuan Mongol, ia diburu oleh lawannya hingga ke India 1221, yang akhirnya ia lari ke Barat. Toluy, salah seorang anak Chinggis, diutus ke Khurrasan sementara anaknya yang lain, yakni Jochi dan Chaghatay bergerak untuk merebut wilayah sungai Sir Darya Bawah dan Khawarazm.
Wilayah kekuasaan Jengis Khan yang luas dibagi untuk empat orang putranya sebelum ia meninggal dunia tahun 624/1227. Pertama ialah Jochi, anaknya yang sulung mendapat wilayah Siberia bagaian Barat dan Stepa Qipchaq yang membentang hingga Rusia selatan, di dalamnya terdapat Khawarazm. Namun ia meninggal dunia sebelum wafat ayahnya Jengis, dan wilayah warisannya itu diberikan kepada anaknya Jochi yang bernama Batu atau Orda. Batu mendirikan Horde (kelompok) Biru di Rusia Selatan sebagai pilar dasar berkembangnya Horde putih di Siberia Barat. Kedua kelompok itu bergabung dalam abad ke 14 yang kemudian muncul sebagai ke khanan yang bermacam ragamnya di Rusia, Siberia dan Turkistan, termasuk di Crimea, Astrakhan, Qazan, Qasimov, Tiumen, Bukhara, dan Khiva. Syaibaniyah atau Ozbeg, salah satu cabang keturunan Jochi berkuasa di Khawarazm dan Transoxania dalam abad ke 15 dan 16.
Kedua adalah Chaghatay, mendapat wilayah berbentang ke Timur, sejak dari Transocania hingga Turkistan Timur atau Turkistan Cina. Cabang barat dari keturunan Chaghatai yang bermukim di Tranxosania segera masuk ke dalam lingkungan pengaruh Islam. Namun akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan Timur Lenk. Sedangkan cabang timur dari keturunan Chaghatay berkembang di Semirechye, Ili, T’ien Syan di Tamrin. Mereka lebih tahan terhadap pengaruh Islam, tetapi akhirnya mereka ikut membantu menyebarkan Islam di wilayah Turkistan Cina dan bertahan disana hingga abad ke XVII.

Ketiga bernama Ogedey, adalah putra Jengis Khan yang terpilih oleh dewan Pimpinan Mongol untuk menggantikan ayahnya sebagai Khan Agung yang mempunyai wilayah di Pamirs dan Tien Syan. Tetapi dua generasi Khan tertinggi jatuh ke tangan keturunan Toluy. Walaupun demikian, cucu Ogedey yang bernama Qaydu dapat mempertahankan wilayahnya di Pamirs dan Tien Syan, mereka berperang melawan anak turun Chaghatay dan Qubulay Khan, hingga ia meninggal dunia tahun 1301.

Keempat adalah Tuli, si bungsu mendapat bagian wilayah Mongolia sendiri. Anak-anaknya, yakni Mongke dan Qubulay menggantikan Ogedey sebagai Khan Agung. Mongke bertahan di Mongolia yang ber ibu kota di Qaraqarum. Sedangkan Qubulay Khan menaklukan Cina dan berkuasa disana yang dikenal sebagai dinasti Yuan yang memerintah hingga abad ke-XIV, yang kemudian digantikan dinasti Ming. Mereka memeluk agama Budha yang berpusat di Beijing, dan mereka akhirnya bertikai melawan saudara-saudaranya dari Khan. Khan Mongol yang beragama Islam di Asia Barat dan Rusia. Adalah Hulako Khan, saudara Mongke Khan dan Qubulay Khan, yang menyerang wilayah-wilayah Islam sampai ke Bagdad.

C     Serangan-serangan Mongol

Wilayah kultur Arab menjadi jajahan Mongol setelah Bagdad ditaklukkan oleh Hulako Khan, 1258. Ia membentuk kerajaan II Khaniyah yang berpusat di Tabris dan Maragha. Ia dipercaya oleh saudaranya, Mongke Khan untuk mengembalikan wilayah-wilayah Mongol di Asia Barat yang telah lepas dari kekuasan Mongol setelah kematian Chinggis. Ia berangkat dengan disertai pasukan yang besar untuk menunaikan tugas itu tahun 1253 dari Mongolia. Atas kepercayaan saudaranya tersebut, Hulako Khan dapat menguasai wilayah yang luas seperti Persia, Irak, Caucasus dan Asia Kecil sebelum menundukkan Bagdad, ia telah menguasai pusat gerakan Syi’ah Isma’iliyah di Persia Utara, tahun 1256.
Jatuhnya ibu kota Abbasiyah yang didirikan oleh Khalifah kedua, al- Mansur itu, berkaitan erat sekali dengan seseorang yang bernama Ibnu al-Qami’ ia berhasil merayu pasukan Mongol untuk menyerang Bagdad. Pada awal tahun 656 H / 1258 M, Hulako Khan mengirimkan pasukan ke Bagdad di bawah pimpinan dua amirnya sebagai pasukan awal sebelum kedatangannya, kemudian pada tanggal 12 Muharram pada tahun yang sama, pasukan yang berkekuatan 200 ribu personel dan dipimpin langsung oleh Hulako Khan tiba di Baghdad. Mereka mengepung Baghdad dari dua arah, barat dan timur, pada akhirnya diadakan perjanjian antara Hulako dan Mu’tashim. Mu’tashim dikawal tujuh ratus dari kalangan hakim, fuqoha’, orang-orang sufi dan pejabat Negara. Pada akhirnya mereka semua dibunuh oleh Hulako Khan tidak tersisa sama sekali, hal ini atas permintaan Ibnu al-Qami’ dan Nashiruddin at-Thutsi. Demikian juga membunuh sebagian besar keluarga khalifah dan penduduk yang tak berdosa. Akibat pembunuhan dan kerusakan kota itu timbullah wabah penyakit, lantaran mayat-mayat yang bergelimpangan belum sempat dikebumikan. Hulako mengenakan gelar II Khan dan menguasai wilayah yang lebih luas lagi hingga ke Syiria Utara, seperti kota Aleppo, Hama, dan Harim.
Selanjutnya ia ingin merebut Mesir, tetapi malang, pasukan Mamluk rupanya lebih kuat dan lebih cerdik sehingga pasukan Mongol dapat dipukul di ‘Ain Jalut, Palestina, tahun 1260 sehingga mengurungkan niatnya melangkahi Mesir. Ia sangat tertarik pada bangunan dan arsitektur yang indah dan filsafatnya. Atas saran Nasiruddin at-Tusi, seorang Filosof Muslim besar. Ia membangun ovservatorium di Maragha tahun 1259.
Yang menjadi pertanyaan dalam hal ini adalah, mengapa para pengikut dari khlaifah itu sendiri yang memerintahkan  kepada para pasukan bangsa Mongol untuk melakukan pembunuhan secara besar-besaran terhadap golongan khalifah. Bisa dilihat dari motif pembunuhan tersebut apa. Ternyata setelah ditelusuri, diketahui bahwa motif pembunuhan tersebut adalah untuk dalam hal merebut kekuasaan serta menguasai wilayah Mesir pada saat itu.
Hulako yang memerintah hingga tahun 1265 digantikan oleh anaknya, Abaqa, 1265-1282. Ia sangat menaruh perhatian kepada umat Kristen karena pengaruh janda ayahnya yang beragama Kristen Nestorian, yakni Doqus Khatun. Orang-orang Mongol Khaniyah ini bersekutu dengan orang-orang Salib, penguasa Kristen Eropa, Armenia Cilicia untuk melawan Mamluk dan keturunan saudara-saudaranya sendiri dari dinasti Horde keemasan (Golden Horde) yang telah bersekutu dengan Mamluk, penguasa Muslim yang berpusat di Mesir. Dinasti II Khaniyyah lama kelamaan renggang hubungannya dengan saudara-saudaranya yang berada di Timur, terutama setelah meninggalnya Qubulay Khan tahun 1294. bahkan mereka yang menguasai barat sampai Bagdad itu karena tekanan kultur Persia yang Islam, berbondong-bondong memeluk agama Islam seperti Ghazan Khan dan keturunannya. Penguasa II Khaniyah terakhir ialah Abu Sa’id. Ia berdamai dengan Mamluk tahun 1323, yang mengakhiri permusuhan antara kedua kekuasan itu untuk merebut Syiria. Perselisihan dalam tubuh II Khaniyyah sendiri menyebabkan terpecahnya kerajaan menjadi dinasti kecil-kecil yang bersifat lokal. Mereka hanya dapat dipersatukan kembali pada masa Timur Lenk yang berbentuk dinasti Timuriyyah yang berpusat di Samarkand.
Sebagian wilayah II Khaniyyah yang berada di kawasan kebudayaan Arab seperti Iraq, Kurdistan dan Azebaijan, diwarisi oleh dinasti Jalayiriyah. Jalayir adalah suku Mongol yang mengikuti Hulako ketika menaklukkan negeri-negeri Islam. Dinasti ini didirikan oleh Hasan Buzurg (Agung), yang dibedakan dengan Hasan Kuchuk (kecil) dari dinasti Chupaniya, musuh bubuyutannya yang memerintah sebagai Gubernur di Anatolia di bawah sultan Abu Sa’id, penguasa terakhir dinasti II Khaniyyah. Hasan Buzurg akhirnya menundukkan Chupaniyah, walaupun ia masih harus mengakui kekuasaan II Khaniyah, dan memusatkan kekuasaanya di Bagdad. Dimasa Uways, pengganti Hasan Agung, Jalayiriyyah baru memiliki kedaulatan secara penuh. Ia dapat menundukkan Azerbaizan, namun mendapat perlawan dari dinasti Muzaffariyah dn Khan-Khan Horde keemasan. Mereka akhirnya dikalahkan oleh Qara Qoyunlu.
Dari sini dapat dilihat, bahwa kultur Islam yang ada dikawasan budaya Arab seperti Iraq dan Syiria serta sebagian Persia sebelah barat, walaupun secara politis dapat ditaklukkan oleh Mongol, tetapi akhirnya Mongol sendiri terserap ke dalam budaya Islam. Dapatlah kiranya disimpulkan bahwa akar budaya Islam dikawasan budaya Arab dipemerintahan bukan hanya dinasti berbangsa Arab saja tetapi siapa yang kuat akan memerintah wilayah tersebut. Dinasti-dinasti silih berganti menguasai wilayah itu dan yang langgeng ialah kekuasaan dari bangsa Arab sendiri, baik pada masa klasik maupun masa modern ini.
D    Dampak Kekuasaan Mongol
Apa dampak positif maupun negatif kekuasaan Mongol terhadap wilayah-wilayah Islam yang ditundukkannya ?. Dampak negatif tentu lebih banyak dibandingkan dengan dampak positifnya. Kehancuran tampak jelas dimana-mana dari serangan Mongol sejak dari wilayah timur hingga ke barat. Kehancuran kota-kota dengan bangunan yang indah-indah dan perpustakaan- perpustakaan yang mengoleksi banyak buku memperburuk situasi ummat Islam. Pembunuhan terhadap umat Islam terjadi, bukan hanya pada masa Hulako saja yang membunuh khalifah Abbasiyyah dan keluarganya, tetapi pembunuhan dilakukan juga terhadap umat Islam yang tidak berdosa. Seperti yang dilakukan oleh Argun Khan ke empat pada dinasti II Khaniyyah terhadap Takudar sebagai Khan ketiga yang dihukum bunuh karena masuk Islam, Argun Syamsuddin, seorang administrator dari keluarga Juwaini yang tersohor dihukum mati tahun 1284, Syihabuddin penggantinya juga dibunuh tahun 1289, dan Sa’id ad-Daulah yang orang Yahudi itu dihukum mati pula pada tahun 1289.
Bangsa Mongol yang asal mulanya memeluk agama nenek moyang mereka, lalu beralih memeluk agama Budha, rupanya bersimpati kepada orang- orang Kristen yang bangkit kembali pada masa itu dan menghalang-halangi dakwah Islam di kalangan Mongol, yang lebih fatal lagi ialah hancurnya Baghdad sebagai pusat dinasti Abbasiyyah yang di dalamnya terdapat berbagai macam tempat belajar dengan fasilits perpustakaan, hilang lenyap dibakar oleh Hulako. Suatu kerugian besar bagi khazanah ilmu pengetahuan yang dampaknya masih dirasakan hingga kini.
Ada pula dampak positif dengan berkuasanya dinasti Mongol ini setelah para pemimpinnya memeluk agama Islam. Mengapa mereka dapat menerima dan masuk ke agama Islam? Antara lain adalah disebabkan karena mereka berasimilasi dan bergaul dengan masyarakat Muslim dalam jangka panjang, seperti yang dilakukan oleh Gazan Khan (1295-1304) yang menjadikan Islam sebagai agama resmi kerajaan, walaupun ia pada mulanya beragama Budha. Rupanya ia telah mempelajari ajaran agama-agama sebelum menetapkan keislamannya, dan yang lebih mendorongnya masuk Islam adalah karena pengaruh seorang menterinya, Rasyiduddin yang terpelajar dan ahli sejarah yang terkemuka yang selalu berdialok dengannya, dan Nawruz, seorang Gubernurnya untuk beberapa propinsi Syiria. Ia menyuruh kaum Kristen dan Yahudi untuk membayar Jizyah, dan memerintahkan mencetak uang yang bercirikan Islam, melarang riba’, dan menyuruh para pemimpinnya menggunakan sorban. Ia gemar pada seni dan ilmu pengetahuan, menguasai beberapa bahasa seperti Mongol, Arab, Persia, Cina, Tibet dan Latin. Ia mati muda ketika berumur 32 tahun, karena tekanan batin yang berat sehingga ia sakit yang menyebabkan kematiannya itu ketika pasukannya kalah di Syiria dan munculnya sebuah komplotan yang berusaha untuk menggusurnya dari kekuasaannya. Sepeninggal Gazan digantikanlah oleh Uljaitu Khuda Banda (1305-1316) yang memberlakukan aliran Syi’ah sebagai hukum resmi kerajaanya. Ia mendirikan ibu kota baru yang bernama Sultaniyyah dekat Qazwain yang dibangun dengan arsitektur khas II Khaniyyah. Banyak koloni dagang Italia terdapat di Tabriz, dan II Khaniyyah menjadi pusat pedagangan yang menghubungkan antara dunia Barat dan India serta Timur Jauh. Namun perselisihan dalam keluarga dinasti II Khaniyyah menyebabkan runtuhnya kekuasaan mereka.
E. Perhatian Para Penguasa Dinasti Ilkhan Terhadap Pengembangan Peradaban Islam

Menarik untuk dicermati, sekalipun perkembangan peradaban Islam pada periode pertengahan seringkali dikatakan berada dalam kondisi kemunduran, namun bukan berarti pada periode ini di kalangan masyarakat Muslim tidak ada perhatian sama sekali terhadap upaya-upaya memajukan dan mengembangkan peradaban Islam.
Hal ini pun tampaknya terjadi pada Dinasti Ilkhan. Walaupun Dinasti Ilkhan pada awal kehadirannnya kerap dikatakan sebagai sebagai dinasti pembawa bencana, namun dalam perjalanan sejarahnya dinasti ini memiliki andil juga di dalam upaya membangun dan mengembangkan peradaban Islam, terutama sekali setelah dinasti ini diperintah oleh raja-rajanya yang memeluk agama Islam.