Jumat, 09 Maret 2012

Meraih Cinta Allah Dengan Al-Quran

Meraih Cinta Allah Dengan Al-Quran
 
Diantara sebab-sebab untuk mendapatkan cinta Allah,adalah dengan jalan membaca Al-Quran dengan khusu’,penuh penghayatan dan pemahaman. Para Ulama salaf  relah mencontohkan hal tsb dalam interaksi mereka dengan Al-Quran. Bahkan mereka bersentuhan bagaikan menerima surat dari sang kekasih yang dirindukan. Al-Hasan bin Ali berkata “Bahwa generasi sebelum kalian,telah melihat al-quran sebagai risalah-risalah dari tuhan mereka,yang kemudian mereka renungi diwaktu malam,lalu mereka merasa kehilangan diwaktu siang”.
Al-Quran bukti pemuliaan Allah kepada manusia.
Al-Quran merupakan bentuk pemuliaan yang Allah SWT berikan kepada manusia yang tidak Allah bereikan kepada selain manusia. Hal itu sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam Ibnu Shalah “Membaca Al-Quran kemuliaan,dengan kemuliaan itu Allah hendak memuliakan manusia.bahkan malaikat pun tidak pernah diberikan pemuliaan semacam itu,malah mereka justru selalu berusaha mendengerkan dari bacaan manusia”.
Cintailah Al-Quran.
Maka konsekwensi dari itu adalah kita harus berusaha mencintai Al-Quran dengan berusaha berinteraksi dengannya seoptimal mungkin,karena seseorang yang mencintai Al-Quran pada hakekatnya dia telah mencintai Allah karena sifat Allah ada didalamnya,dan juga ia telah mencintai Rasulullah karena beliaulah yang telah menyampaikannya. Abdullah Ibnu Mas’ud ra berkata “ Barangsiapa yang mencintai Al-Quran maka berarti ia telah mencintai Allah dan Rasul-Nya”
Dan bukti yang paling kongkrit untuk mencintai Al-Quran adalah  adanya usaha untuk memahami,menghayati dan memikirkan makna-maknanya, sebagaimana bukti merendahkan dan tidak mencintainya adalah menolak untuk menghayati dan memikirkan makna-maknanya. Allah berfirman sebagai kecaman terhadap orang-orang munafik,karena mereka tidak pernah mau menghayati Al-Quran.
Imam Qurtubi berkata “Allah mencela orang –orang munafik karena enggan melakukan penghayatan terhadap Al-Quran”
Keuntungan orang yang mentadabburi Al-Quran.
a.       Hatinya tidak akan pernah tersiksa. Rasulullah saw bersabda “ Allah tidak akan menyiksa hati orang yang selalu menjaga Al-Quran” (HR.Imam Ad-Darimi).
b.      Merasakan kemanisan Al-Quran. Bisyr bin Surra berkata “Ayat itu bagaikan buah kurma,ketika dikunyah ia akan mengeluarkan kemanisannya”. Hal sejalan dengan apa yang dikatakan sayyid quttub -rahimahullah- dalam tafsir “Alhayatu fi zhilalil quran nikmah nikmatun la...”
c.       Menjadi Manusia terbaik diantara umat terbaik. Dalam surah Ali Imran Allah swt menegaskan bahwa umat ini adalah umat terbaik “Kuntum Khaira Umatin Ukhrijat Linnas tamuruna bil ma’ruf wa tanhawna anil mungkar wa tu’minuna billah”. Bila umat ini adalah umat yang terbaik maka ahlu quran adalah orang-orang terpilih diantara orang yang  yang terpilih dan teristimewa. Sebagaimana dalam hadits “Khairukum man ta’allamal quran wa ‘allamahu” (HR.Imam Bukhari). Dalam hadits yang lain “ Inna Lillahi azza wa jalla Ahlaini minannas,qiila man hum ya rasulullah? Qoola [Ahlul Quran hum ahlullahi wa khassatuhu” (HR.Ibnu Majah).
Tujuan Al-Quran
a.       Pembimbing bagi bagi manusia menuju jalan yang lurus. Salah satu bukti kasih sayang Allah kepada manusia adalah Allah menurunkan Kitabnya kepada kita sebagai pedoman hidup. Pedoman menuju kebahagian yang haqiqi. Pedoman yang akan menyembuhkan berbagai macam penyakit. (Qs.17:9 / 17:82). Maka  Kisah Raja Faishal dangan wartawan amerika.
b.      Membentuk pribadi muslim yang ideal. Al –Quran merupakan kitab yang bukan saja harus kita baca tetapi juga harus kita jadikan sebagai sesuatu yang  kita amalkan. Dalam Al-Quran begitu banyak perintah-perintah yang harus kita respon dan larangan – larangan yang harus kita tinggalkan. Karena seruan-seruan Al-Quran adalah seruan yang menghidupkan, sbg manafirman Allah “ Ya ayuhal ladzina amanus tajibu lillahi wa lirrasulihi idza daakum lima yuhyikum”. Ketika kita merespon seruan-seruan Al-Quran maka seluruh elemen diri kita akan hidup,jiwa,akal dan jasad kita semuanya akan hidup karena kita selalu berhubungan dengan DZAT yang maha HIDUP dan DZAT yang memberikan kehidupan. (Qs.6:122). Ketika jiwa kita hidup dan berjalan sesuai dengan cahaya al-quran maka kita akan menjadi manusia muslim yang ideal.
c.       Membangun masyarkat Islami. Al-Quran adalah kitab yang menjadi pedoman setiap manusia. Tidak hanya untuk pribadi, tapi juga untuk kehidupan dilingkungan masyarakat. Masyarakat yang hidup dengan Al-Quran akan terhindar dari azab Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar